Telah Ada Sejak 3000 Tahun Silam

Standar
Artefak 'Gamolan'

Artefak 'Gamolan'

Bandarlampung, Pemecahan Rekor Muri tabuh Gamolan 25 jam non stop, antara lain dimaksudkan Untuk mendukung visi pembangunan Provinsi Lampung melalui pergelaran seni tradisi agar potensi dapat dikenal secara meluas, efektif dan akurat, aspiratif, indah, mendidik serta menghibur, sekaligus mengembangkan apresiasi Intrumen musik Gamolan Lampung.

Asisten Sekda Provinsi Lampung Bidang Kesra –dokter RELLIYANI pada pergelaran gamolan sekaligus pemecahan rekor Muri tabuh gamolan 25 Jam Nonstop, di Lapangan KORPRI Bandarlampung, Rabu (7/12) mengatakan, pergelaran ini juga dimaksudkan sebagai upaya memperjuangkan seni budaya masyarakat tradisi Lampung yang memiliki kepribadian orang Lampung.

Ditempat yang sama, Etnomusikolog asal Australia Prof. MARGARET J. KARTOMI peneliti Gamolan Lampung menyatakan ketertarikan dirinya meneliti alat music bambu macam Calung Banyumasan ini, berawal saat dirinya bersama suami melakukan perjalanan, dari jakarta ke Bengkulu tahun 80-an saat di Krui melihat Gamolan yang hanya memiliki 6 nada, tanda nada Fa ini.

penelitian saya berawal saat saya bersama suami traveling ke  Bengkulu, tahun 80-an diperjalanan saya mendengar suara tetabugan yang ternyata berasal dari alay music bamboo ini” katanya dengan bahasa Indonesia beraksen Australia.

Dalam penelitiannya, lanjut Prof. MARGARET, ternyata alat music bambu yang bunyinya mirip angklung dan kolintang ini, telah ada sejak zaman Megalitikum sekitar abad 3 Masehi. Mengapa dirinya tertarik meneliti Gamolan, menurutnya ada tiga alasan, yakni karena suaranya yang merdu, unik dan dari segi nama, Gamolan membuat penasaran karena nyaris seperti Gamelan alat music tradisional Jawa.

Namun ironisnya, Gamolan ini ada pada Relief candi Borobudur yang dibangun di abad ke- 8 masehi, artinya bisa jadi Gamolan adalah cikal bakal dari Gamelan

Untuk diketahui upaya pemecahan rekor ini, dengan melibatkan 25 Group yang masing-masing menabuh selama 1 jam terus menerus satu gruop terdiri 25 penabuh, diawali oleh Group PGSD UPP Unila pada pukul 10.05-11.05 WIB, secara bergantian diikuti gruop lainnya, SMPN 2 BANDARLAMPUNG pukul 00.05-01.05 WIB dan ditutup oleh Group SMAN 2 Bandarlampung pada 10.05 – 11.05 WIB hari Kamis (8/12).

Sementara Deputi Museum Rekor Indonesia –MURI- DAMIAN AWANG RAHARJO mengatakan, ada 4 kriteria yang harus dioperhatikan apabila mau masuk MURI, yakni yang pertama (apabila itu penciptaan rekor), Unik, Langka (tiada duanya) dan superlatif (baik dari jumlah atau ukuran yang luar biasa- kecil/besar sekali).

Sumber: lampungprov.go.id. Rabu, 07 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s