Pertunjukan ‘Gamolan’

Standar
Rekor Muri 'Gamolan'

Rekor Muri 'Gamolan'

Pertunjukan gamolan Lampung selama 25 jam oleh 25 grup sukses tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) kategori superlatif sebagai pertunjukan gamolan terlama di Indonesia.

Deputi Manajer Muri, Damian Awan Raharjo, secara langsung menyerahkan piagam Muri kepada Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. di lapangan Korpri Pemprov Lampung, Kamis (8-12).

Menurut Damian, rekor ini sangat fantastik karena 25 grup musik tanpa berhenti terus memainkan gamolan selama 25 jam. Pertunjukan dimulai Rabu (7-12), pukul 10.05, dan berakhir pukul 11.05 kemarin.

“Kalau gamelan, sudah ada rekornya waktu dimainkan di TMII selama 36 jam 36 menit 36 detik. Kalau gamolan kan baru ini. Jadi tetap masuk dalam rekor Muri,” kata Damian.

Gubernur mengatakan tercatatnya pertunjukan gamolan Lampung dalam rekor Muri merupakan satu momentum yang sangat baik untuk mempromosikan alat musik tradisional yang pertama kali ditemukan di Way Kanan dan Lampung Barat itu. Pasalnya, selama ini kebanyakan masyarakat Lampung hanya mengetahui beberapa alat musik tradisional Lampung, seperti kolintang dan cetik bambu. Sementara gamolan sedikit terpinggirkan.

“Sebelum ini kan banyak yang tidak tahu ada alat musik tradisional bernama gamolan Lampung. Padahal gamolan merupakan alat musik tertua yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 4 Masehi. Jadi harus terus kita gemakan dan lestarikan,” kata Gubernur saat memberi sambutan pada acara pemecahan rekor Muri kemarin.

Gubernur berharap pertunjukan gamolan tidak terhenti sampai pemecahan rekor Muri. Majelis penyeimbang adat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota juga diminta melestarikan gamolan dengan menggelar pertunjukan secara rutin dan memperkenalkannya kepada generasi muda.

Pemprov, menurut Gubernur, juga akan berupaya memberikan hak kekayaan intelektual dan hak paten pada alat musik gamolan agar ke depannya tidak mudah diakui sebagai milik daerah atau negara lain.

Kemarin, Gubernur dan Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) juga memberikan gelar adat Ratu Berlian Sangun Anggun kepada peneliti gamolan asal Monash University Australia, Margaret J. Kartomi.

Pemberian gelar adat ini sebagai penghargaan kepada Margaret yang selama 27 tahun meneliti asal muasal gamolan Lampung dan menuliskan dalam bukunya, Musical Instrument of Indonesia

Sumber: waykanan.go.id. Senin, 12 Desember 2011
http://waykanan.go.id/berita-196-pertunjukan-gamolan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s