ALAT MUSIK : ‘Gamolan’ Didaftarkan ke UNESCO

Standar
Gamolan Didaftarkan Ke UNESCO

Gamolan Didaftarkan Ke UNESCO

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Gamolan, alat musik khas Lampung, segera didaftarkan untuk mendapat pengakuan internasional dari United Nations Educational, Scientific, Cultural Organization (UNESCO). Alat musik dari bambu ini juga diupayakan mendapat hak kekayaan intelektual atau Haki dari Kementerian Hukum dan HAM.

Anggota Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kota Bandar Lampung Fajar Ramadhan Muchtar, Rabu (14-12), di Bandar Lampung, mengatakan target utama dimunculkannya alat musik gamolan ini untuk mengenalkan ke publik dan mendapat pengakuan dari lembaga internasional.

“MPAL dan Pemprov Lampung terus mengusahakan gamolan mendapat sertifikat HAKI dan pengakuan UNESCO. Kami akan berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri. Perlahan-lahan HAKI dan pengakuan dunia harus didapatkan,” kata dia.

Fajar bersama dua rekannya, M. Kemal Sjachdinata dan Hasyimkan, juga terus mendorong untuk memperkenalkan gamolan kepada Indonesia dan dunia. Akan ada beberapa festival dan pameran internasional yang dimeriahkan dengan hadirnya gamolan.

Dia menjelaskan kegiatan pertama adalah Festival Indonesai di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia, Agustus mendatang. Dalam kegiatan ini gamolan akan ditampilkan dan diperkenalkan kepada dunia internasional.

Kegiatan kedua adalah seminar dan pameran internasional yang juga dilangsungkan di Australia, September mendatang. Dalam pameran ini akan disajikan gamolan dan berbagai pakaian adat Lampung. “Pameran dan seminar internasional di Australia merupakan kegiatan yang diadakan Margaret J. Kartomi sebagai peneliti gamolan. Dia akan menyelenggarakan seminar yang juga dihadiri beberapa pengurus MPAL. MPAL juga akan menyampaikan materi tentang kebudayaan Lampung,” ujar Fajar.

Fajar yang bergelar Raden Ningrat Natamarga ini mengatakan ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk mengenalkan dan melestarikan alat musik pukul ini, yaitu dengan pengesahan instrumen yang akan melibatkan ahli dari instutut seni, produksi instrumen, dan pencetakan buku instrumen gamolan yang kemudian akan disebarkan ke sekolah-sekolah.

Dia menambahkan, orang masih salah menilai gamolan dengan menyebut dengan nama cetik atau gamolan pekhing (gamolan bambu). Padahal, namanya ya gamolan tidak ada nama yang lain. Pengenalan gamolan ini juga agar masyarakat tidak salah menyebut dan mengenali alat musik khas Lampung ini. (MG2/K-1)

Sumber: Lampung Post. Kamis, 15 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s